Berikut adalah artikel mengenai upaya memakmurkan masjid, disusun dengan landasan dalil yang kuat serta langkah-langkah praktis bagi umat Muslim.
Memakmurkan Masjid: Jantung Peradaban Umat Muslim
Masjid bukan sekadar bangunan tempat bersujud. Dalam sejarah Islam, masjid adalah pusat gravitasi bagi kehidupan sosial, pendidikan, politik, dan spiritual. Memakmurkan masjid merupakan bukti nyata dari kualitas iman seseorang dan menjadi kunci bangkitnya kejayaan umat.
1. Landasan Al-Qur'an: Masjid dan Ahli Iman
Allah SWT memberikan penegasan khusus mengenai siapa saja yang layak dan mampu memakmurkan rumah-Nya. Dalam Surah At-Taubah ayat 18, Allah berfirman:
"Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk."
Ayat ini mengaitkan aktivitas memakmurkan masjid dengan keberanian dan keteguhan iman. Memakmurkan di sini mencakup dua hal: Hissi (membangun dan merawat fisik) serta Ma’nawi (mengisi dengan ibadah dan dakwah).
2. Landasan Hadits: Naungan di Hari Kiamat
Rasulullah SAW memberikan motivasi besar bagi mereka yang hatinya senantiasa terpaut pada masjid. Dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, disebutkan ada tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah di hari kiamat, salah satunya adalah:
"Seseorang yang hatinya terpaut dengan masjid." (HR. Bukhari no. 660)
Selain itu, setiap langkah kaki menuju masjid tercatat sebagai kebaikan. Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa yang berangkat menuju masjid pada waktu pagi atau sore hari, maka Allah akan memuliakannya dengan hidangan di surga setiap kali ia berangkat." (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Atsar Sahabat dan Ulama
Para sahabat Nabi adalah teladan utama dalam menghidupkan masjid. Umar bin Khattab r.a. sangat memperhatikan kebersihan dan kenyamanan masjid. Beliau memerintahkan agar masjid diberi wewangian (gaharu) setiap hari Jumat.
Selain itu, terdapat nasihat dari Sa'id bin Al-Musayyib (seorang tabi'in besar) yang mengatakan:
"Barangsiapa yang duduk di masjid, maka sesungguhnya ia sedang duduk (bertamu) kepada Rabb-nya, maka tidak selayaknya ia berbicara kecuali yang baik."
Atsar ini mengingatkan kita bahwa memakmurkan masjid juga berarti menjaga adab dan kesucian di dalamnya.
Strategi Memakmurkan Masjid di Era Modern
Untuk menghidupkan kembali fungsi masjid secara maksimal, ada beberapa langkah yang bisa kita lakukan:
Menghidupkan Shalat Berjamaah: Ini adalah pondasi utama. Masjid yang megah akan terasa mati tanpa shaf yang terisi.
Pusat Literasi dan Ilmu: Mengadakan kajian rutin, perpustakaan kecil, atau kelas bimbingan baca Al-Qur'an bagi anak-anak dan mualaf.
Pemberdayaan Ekonomi Ummat: Masjid dapat mengelola Ziswaf (Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf) secara transparan untuk membantu jamaah yang kesulitan ekonomi atau modal usaha.
Ramah Anak dan Pemuda: Menciptakan lingkungan yang nyaman bagi generasi muda agar mereka merasa memiliki (sense of belonging) terhadap masjid.
Kesimpulan
Memakmurkan masjid adalah investasi jangka panjang, baik untuk kehidupan dunia maupun akhirat. Ketika masjid hidup dengan aktivitas ibadah dan sosial, maka keberkahan akan turun bagi lingkungan di sekitarnya. Mari kita mulai dari diri sendiri dengan merutinkan langkah kaki menuju rumah Allah.